Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik dalam PJOK
1. Deskripsi Singkat
Perkembangan berkenaan dengan keseluruhan kepribadian individu karena kepribadian individu membentuk suatu kesatuan yang terinegrasi. Secara sederhana aspek utama kepribadian dapat dibedakan sebagai berikut: aspek fisik motorik, aspek intelektual, aspek sosial, aspek bahasa, aspek moral, dan aspek keagamaan (Sukmadinata, 2009:114).
Pada dasarnya manusia merupakan gabungan satu kesatuan antara fisik dan psikis. Kecenderungan prilaku manusia hanya dapat difahami berdasarkan kedua aspek tersebut, karena perkembangan kehidupan manusia terdiri dari fisik dan psikis. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan diantaranya pengaruh keturunan (hereditas) dan pengaruh dunia lingkungan dimana seorang hidup dan dibesarkan.
Perkembangan menunjukan suatu perubahan perilaku yang disebut kematangan dalam bersikan dan bertindak. Secara umum perkembangan manusia terjadi perubahan-perubahan yang sedikit banyak bersifat tetap dan tidak dapat diulangi. Perkembangan menunjukan pada perubahan-perubahan dalam suatu arah yang bersifat relatif tetap dan maju. Kita dilahirkan untuk bergerak, tetapi belajar bergerak dengan terampil. Ketika orang berlari, berjalan dengan kaki buatan, melempat bola, memukul bola tenis, bermain piano, menari, atau mengiperasikan mesin pemotong rumput, mereka telibat dalam kinerja sejenis perilaku manusia yang disebut keterampilan motoric.
Setiap keterampilan motorik merupakan produk dari proses akuisisi yang panjang dan sering kali sulit. Kita dapat memperhatikan anak kecil memperoleh keterampilan dasar duduk, berdiri, berjalan, meraih, dan memahami bahwa memungkinkan kontrol yang semakin meningkat terhadap lingkungan. Kita akan terpesona melihat atlet professional yang melakukan kontrol gerakan yang menentang imajinasi. Kita akan terpesona melihat kelihaian dokter bedah dan teknisi penjinak bom dapat mempertahankan tangan yang dan koordinasi yang baik di bawah tekanan yang paling tinggi sekalipun. Dan tidak jarang kita juga terpesona akan kemampuan kita sendiri untuk menemukan cara baru dan lebih baik untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, dan ketika kita berhenti untuk berpikir, kita sering tekejut dengan betapa efisiennya kita mampu melakukan tugas yang sebelumnya tampak mustahil untuk dikuasi. Di sisi lain, kita akan meratapi kondisi saat kita kehilangan koordinasi dan kontrol yang mengikuti cedera, penyakit, dan kecacatan. Kehilangan seperti itu membantu kita menyadari betapa pentingnya keterampilan bagi rasa kendali kita terhadap dunia di sekitar kita.
Tahap perkembangan manusia memiliki fase-fase yang cukup panjang. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, pada umumnya perkembangan digambarkan dalam periode-periode atau fase-fase tertentu. Bloom menyebutkan ada empat domain terkait dengan perkembangan manusia yang akan membantu kita untuk memahami perkembangan manusia, yaitu domain kognitif, afektif, psikomotor, dan fisik. Domain kognitif, yang menyangkut pengembangan intelektual manusia, telah menjadi fokus utama developmentalis sepanjang sejarah. Domain afektif terutama berkaitan dengan aspek sosial dan emosional dari perkembangan manusia sehingga sering kali disebut sebagai domain sosial-emosional. Domain psikomotor terutama berkaitan dengan perkembangan motoric manusia dan faktor mempengaruhi perkembangan tersebut. Domain terakhir, yaitu fisik terutama berkaitan dengan perubahan fisik yang terjadi pada manusia, seperti peningkatan tinggi dan berat badan.
2. Relevansi
Pada pembelajaran PJOK menekankan pada aktivitas jasmani yang bertujuan untuk tujuan pendidikan. Akibatnya bahwa pelaksanaan pembelajaran PJOK menekankan pada berbagai aktivitas jasmani dengan menerapkan berbagai pola gerak dengan tujuan social, emosional, neurumuskular dan intelektual. Pola gerak manusia dapat dilakukan secara sederhana hingga komplek. Kompleksitas Gerakan pada pembelajaran harus disesuaikan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Anak bukanlah miniature orang dewasa yang dapat melakukan Gerakan apa saja tanpa mempertimbangkan dampak kesalahan gerak. Kurang sesuainya isi pembelajaran PJOK dengan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak maka akan menimbulkan resiko jangka panjang.
Hal ini melandasi begitu pentingnya seorang guru PJOK utuk memahami teori pertumbuhan dan perkembangan gerak dan diharapkan dapat menerapkan teori pertumbuhan dan perkembangan gerak anak dalam pembelajaran PJOK.
Teori Pertumbuhan dan perkembangan Peserta Didik
Santrock (2011) memberikan pendapat yang lebih mendasar, yaitu bahwa perkembangan adalah pola perubahan yang dimulai sejak pembuahan dan berlanjut sepanjang rentang hidup. Disini Santrock mendefinisikan perkembangan tidak hanya dalam konteks evolusi, tetapi juga involusi. Pada awal kehidupan manusia yang berperan adalah evolusi, dari bayi tumbuh menjadi kakan-kanak kemudian dewasa. Sedangkan involusi lebih berperan pada akhir kehidupan, yaitu perubahan-perubahan yang bersifat mundur, ditandai dengan kemunduran fungsi alat-alat tubuh seperti pada system penglihatan, pendengaran dan system gerak. Ada dua istilah yang sering muncul dalam perkembangan peserta didik sebagai individu ini, yaitu istilah pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development). Istilah pertumbuhan menyatakan perubahan-perubahan yang bersifat fisik (kuantitatif) seperti berat dan tinggi badan, sedangkan perkembangan dititikberatkan pada aspek-aspek yang bersifat psikis (kualitatif). Berikut perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan memiliki beberapa aspek perbedaan seperti di terlihat pada tabel 1.
Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa istilah pertumbuhan (growth) menyangkut peningkatan ukuran tubuh, sebagai hasil penyempurnaan bagian-bagian tubuh. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan peningkatan kapasitas fungsi dan kemampuan kerja organ-organ tubuh. Dalam proses perkembangan dikenal istilah kematangan (maturation) yaitu peningkatan atau kemajuan yang bersifat kualitatif dalam hal perkembangan biologis. Setelah terjadinya kematangan, akan diikuti denga penuaan (aging) yang merupakan proses penurunan kualitas organik yang diakibatkan karena bertambah usia. Perkembangan bersifat psikologi dan merupakan suatu proses yang dinamis, yang dalam proses tersebut sifat individu dan sifat lingkungan menentukan tingkah laku apa yang akan menjadi actual dan terwujud.
Pertumbuhan Peserta Didik
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Hasil pertumbuhan antara lain bertambahnya ukuran kuantitatif badan anak, seperti berat, panjang, dan kekuatannya. Begitu pula pertumbuhan akan mencakup perubahan yang semakin sempurna pada sistem jaringan saraf dan perubahan-perubahan struktur jasmani lainnya. Dengan demikian, pertumbuhan dapat diartikan sebagai proses perubahan dan pematangan fisik. Perubahan yang terjadi pada pertumbuhan bersifat kuantitatif karena berkaitan dengan ukuran, dan volume. Masganti (2012) mengemukakan pertumbuhan dan perkembangan fisik seseorang sesuai dengan periode usia pertumbuhan yaitu:
Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang penting pada masa anak-anak awal ialah:
a. Perubahan tinggi badan. Tinggi badan anak rata-rata bertambah 3 (tiga) inci tiap tahun. Pada usia enam tahun tinggi badan anak anak rata-rata 46,6 inci. Kondisi memungkinkan anak untuk dapat berjalan dan berlari lebih cepat, memanjat, melompat, meloncat, dan berjalan di atas papan titian.
b. Perubahan berat badan. Berat badan anak rata-rata bertambah tiga sampai lima pon. Pada usia enam tahun berat badan laki-laki 49 pon dan berat badan anak perempuan 48,5 pon. Kondisi ini memungkinkan anak dapat mengangkat, melempar, dan menangkap benda.
c. Perbandingan tubuh. Anak usia dua sampai enam tahun cenderung berbentuk kerucut, dengan perut rata (tidak buncit), dada yang lebih bidang dan rata, bahu lebih luas dan persegi, lengan dan kaki lebih panjang dan lebih lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.
d. Postur tubuh. Perbedaan postur anak terlihat sejak masa anak-anak, ada yang yang gemuk (endomorfik), kuat berotot (mesomorfik), dan ada yang kurus (ektomorfik )
e. Tulang dan otot. Otot anak berusia enam tahun menjadi lebih besar, lebih berat, dan lebih kuat, sehingga anak tampak lebih kurus meskpun berat badannya bertambah. Pertambahan berat tulang dan otot memungkinkan dapat belajar menarik garis, menulis, menggambar dan melukis dengan jari.
f. Lemak. Anak yang gemuk (endomorfik) memiliki jaringan lemak yang lebih banyak, anak kuat berotot (mesomorfik) memiliki jaringan otot yang lebih banyak, dan anak kurus (ektomorfik) memiliki jaringan otot yang lebih kecil dan jaringan lemak yang lebih sedikit.
g. Pertumbuhan gigi. Anak-anak usia enam tahun mulai mengalami pergantian gigi susu.
Pertumbuhan dan perkembangan fisik pada anak perempuan meliputi: (a) Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang), (b) Pertumbuhan payudara, (c) Pembesaran pinggul, (d) Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kemaluan. (e) Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya. (f) Bulu kemaluan menjadi keriting. (g) Menstruasi atau haid. (h) Tumbuh bulu ketiak. Pertumbuhan dan perkembangan fisik pada anak laki-laki meliputi: (a) Pertumbuhan tulang-tulang. (b) Testis (buah pelir) membesar. (c) Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap. (d) Awal perubahan suara. (e) Ejakulasi (keluarnya air mani). (f) Bulu kemaluan menjadi keriting. (g) Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya. Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot). (h) Tumbuh bulu ketiak. (i) Akhir perubahan suara. (j) Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap. (k) Tumbuh bulu di dada.
Secara umum perbedaan pertumbuhan dan perkembangan fisik anak laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut:
Kemampuan fisik berkaitan dengan keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh atau tindakan yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otak. Pada masa remaja terjadi perubahan fisik secara dramatis atau sering disebut dengan (growth spurt) yaitu percepatan pertumbuhan, dimana terjadi perubahan dan percepatan pertumbuhan diseluruh bagian dan dimensi fisik (Zigler & Stevenson, 1993), baik pertambahan berat dan tinggi badan, perubahan dalam proporsi dan bentuk tubuh, maupun pencapaian kematangan seksual (Papalia, Old & Feldman, 2008). Pada dasarnya, perubahan fisik selama masa remaja dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu: perubahan yang besifat internal dan perubahan yang bersifat eksternalfisik selama masa remaja dapat dibedakan dalam dua kategori, yaitu: perubahan yang besifat internal dan perubahan yang bersifat eksternal.Perubahan Internal Perubahan ini merupakan perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar dan sangat mempengaruhi kepribadian remaja. Adapun perubahan tersebut, di antaranya adalah: (1) Sistem Pencernaan, (2) Sistem Peredaran Darah, (3) Sistem Pernafasan (4) Sistem Endokrin, (5) Jaringan Tubuh Perubahan Eksternal Perubahan eksternal merupakan perubahan-perubahan pada tubuh remaja dimana perubahan tersebut dapat diamati. Adapun perubahan tersebut, di antaranya adalah: (1) inggi Badan (2) Berat Badan, (3) Proporsi Tubuh, (4) Organ Seks, (5) Ciri-ciri Seks Sekunder
Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan peserta didik bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa memahami hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik mulai sejak usia dini, sekolah dasar, menengah dan dewasa. Menurut Desmita (2011), pengertian perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna dan tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk pada perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali. a. Prinsip-Prinsip Perkembangan Proses perkembangan manusia dimulai sejak dalam rahim. Sejak terjadi proses di dalam rahim hingga ajal tiba, manusia tidak pernah dalam keadaan statis, namun selalu berubah dan mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa menanjak, kemudian berada di titik puncak dan selanjutnya mengalami kemunduran. Selama proses perkembangan seorang anak ada beberapa ciri perubahan yang mencolok, yaitu: 1. Perubahan fisik : a. Perubahan tinggi badan, berat badan, dan organ dalam tubuh lainnya misalnya otak, jantung, dan lain sebagainya. b. Perubahan proporsi, misalnya perubahan perbandingan antara kepala dan tubuh pada seorang anak 2. Perubahan mental : a. Perubahan yang meliputi : memori, penalaran, persepsi, emosi, sosial, dan imajinasi.
Hilangnya ciri-ciri sikap sosial yang lama dan berganti dengan ciri ciri sikap sosial yang baru, misalnya egosentris yang hilang berganti dengan sikap prososial Dalam proses kehidupan manusia dalam proses perkembangan pada umumnya mengikuti prinsip seperti yang dinyatak Hurlock (1980) ada sembilan, yaitu:
1. Sikap kritis sebagai dasar-dasar permulaan
Sikap kritis merupakan prinsip pertama dalam perkembangan yang terjadi pada tahun-tahun prasekolah. Pada usia ini diletakkan struktur perilaku yang kompleks yang berpengaruh bagi perkembangan sikap anak pada masa selanjutnya. Perubahan cenderung terjadi apabila orang orang di sekitar anak memperlakukan anak dengan baik dan mendorong anak lebih bebas mengekspresikan dirinya. Sikap ini akan mendorong anak tumbuh dan berkembang.
2. Peran kematangan dan belajar
3. Mengikuti Pola Tertentu yang Dapat Diramalkan
Perkembangan mengikuti pola tertentu yang dapat diramalkan. Misalnya perkembangan motorik akan mengikuti hukum arah perkembangan (cephalocaudal) yaitu perkembangan yang menyebar ke seluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam sberbedatruktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Hukum yang kedua perkembangan menyebar keluar dari titik poros sentral tubuh ke anggota-anggota tubuh (proximodistal).
4. Semua individu berbeda
Setiap individu akan mengalami perkembangan yang meskipun pada anak kembar. Karena perkembangan pada tiap manusia berbeda-beda maka terbentuk individualitas. Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak, setiap anak akan mengikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatannya sendiri. Beberapa anak berkembang dengan lancar, bertahap langkah demi langkah, sedangkan lain bergerak dengan kecepatan yang melonjak, dan pada anak lain terjadi penyimpangan. Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda, dan juga faktor lingkungan anak yang bebrbeda. Meskipun kecepatan perkembangan anak berbeda tapi pola perkembangan tersebut memiliki konsistensi perkembangan tertentu. Seorang anak yang memiliki kecerdasan rata-rata akan cenderung memiliki kecerdasan yang rata-rata pula ketika menginjak tahap perkembangan berikutnya. Perbedaan perkembangan pada tiap individu mengindikasikan agar guru, orang tua, atau pengasuh untuk menyadari perbedaan tiap anak yang diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap anak seharusnya juga berbeda. Pendidikan yang diberikan harus bersifat perseorangan, meskipun dilakukan secara klasikal atau kelompok.
5. Setiap Perkembangan Mempunyai Perilaku Karateristik
Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan, ini berlaku baik untuk perkembangan fisik maupun mental. Semua anak mengikuti pola perkembangan yang sama dari satu tahap menuju tahap berikutnya. Pola perkembangan ini tidak akan berubah sekalipun terdapat variasi individu dalam kecepatan perkembangan. Pada anak yang pandai dan tidak pandai akan mengikuti urutan perkembangan yang sama seperti anak yang memiliki kecerdasan rata-rata. Namun ada perbedaan mereka yang pandai akan lebih cepat dalam perkembangannya dibandingkan anak yang memiliki kecerdasan rata rata, sedangkan anak yang bodoh akan berkembang lebih lambat. Perkembangan bergerak dari tanggapan umum menuju tanggapan yang lebih khusus. Demikian juga dengan perkembangan emosi, anak secara umum akan merespon dengan rasa takut pada suatu hal yang baru namun selanjutnya akan merepon ketakutan secara khusus pada hal yang baru tersebut. Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan sejak dari pembuahan hingga kematian, namun hal ini terjadi dalam berbagai kecepatan, kadang lambat tapi kadang cepat. Perbedaan kecepatan perkembangan ini terjadi pada setiap bidang perkembangan dan akan mencapai puncaknya pada usia tertentu. Seperti imajinasi kreatif akan menonjol di masa kanak-kanak dan mencapai puncaknya pada masa remaja. Berkesinambungan memiliki arti bahwa setiap periode perkembangan akan berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.
6. Setiap Tahap Perkembangan Mempunyai Risiko
Setiap tahap perkembangan mempunyai risiko. Beberapa hal yang dapat menyebabkannya antara lain dari lingkungan anak itu sendiri. Bahaya ini dapat mengakibatkan terganggunya penyesuaian fisik, psikologis, dan sosial. Sehingga pola perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya tidak ada peningkatan perkembangan. Pada saat itu dapat dikatakan bahwa anak sedang mengalami gangguan penyesuaian yang buruk atau ketidakmatangan. Peringatan awal adanya hambatan atau berhentinya perkembangan tersebut merupakan hal yang penting karena memungkinkan pengasuh(orangtua, guru, atau pengasuh lainnya) untuk segera mencari penyebab dan memberikan stimulasi yang sesuai.
7. Perkembangan dibantu rangsangan
Perkembangan akan berjalan sebagaimana mestinya jika ada bantuanberbentuk sitmulus dari lingkungan sekitarnya. Misalnya semakin rajin orangtua berbicara dengan anaknya semakin cepat anak anak belajar berbicara. Pengalaman penulis dengan seorang anak yang malas bicara, ketika penulis menjadi guru anak berusia 5 (lima) tahun tersebut, setiap hari penulis menanyakan kabarnya atau menanyakan nama-nama benda kepadanya. Menjelang tamat Taman Kanak-kanak anak tersebut mulai senang berbicara.
8. Perkembangan dipengaruhi Perubahan Budaya
Kebudayaan mempengaruhi perkembangan sikap dan fisik anak. Anak yang hidup dalam budaya yang membedakan sikap dan permainan yang pantas terhadap untuk anak laki-laki dan perempuan akan berpengaruh terhadap perkembangan. Anak perempuan akan memilih mainan yang lebih sedikit membutuhkan kemampuan fisik, sehingga pertumbuhan fisiknya tidak sekuat fisik anak laki-laki. Anak laki-laki dituntut untuk tidak cengeng seperti anak perempuan, sehingga anak laki-laki menjadi lebih tegar dan pemberani dibandingkan anak perempuan.
9. Harapan sosial pada setiap tahap perkembangan
Orangtua dan masyarakat memiliki harapan tertentu pada tiap tahap perkembangan anak. Jika tahap itu tercapai maka orangtua atau masyarakat akan berbahagia. Misalnya anak usia 1 (satu) tahun sudah pandai berjalan, jika sampai usia tersebut anak belum bisa berjalan, maka akan membuat gelisah orang-orang di sekitarnya,
Demikianlah teori pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dalam PJOK ini. Semoga dapat menambah wawasan pembaca.
Sumber: Perkembangan Peserta Didik dan Profesionalitas Guru Pendidikan Jasmani, Penulis: Dr. Imran Akhmad, M.Pd


0 komentar:
Posting Komentar